Tampilkan Dalang Ki Tegar Gemilang Mahasiswa Unwidha Pada Pentas Wayang Kulit "Dies Natalis Unwidha Ke-57"

#Prof. Triyono: Universitas Widya Dharma Klaten dalam rangka menyambut ulang tahun atau Dies Natalis yang ke-56, mestinya masih 19 Desember 2025 nanti, juga Hari Wayang Sedunia 7 November. || mandalatirtanews.weeblysite || 


 Dalang Ki Tegar Gemilang adalah salah satu mahasiswa di Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten dengan program studi pendidikan bahasa dan sastra daerah atau Jawa, saat ini menempuh disemester ke-5. Malam itu, Jum'at (28/11/2025) membawakan Lakon yang dimainkan adalah Bimo Suci berlokasi acara di halaman Kantor Rektorat Unwidha. 

Kepada awak media, Rektor Unwidha, Prof. Triyono mengatakan acara Universitas Widya Dharma Klaten dalam rangka menyambut ulang tahun atau Dias Natalis yang ke-56. "Mestinya (acara puncak) masih tanggal 19 Desember 2025 nanti, pagelaran juga memperingati Hari Wayang Sedunia 7 November. 
Ini tokoh yang ditampilkan dengan Bimo. Bimo itu Werkudoro atau Broto Seno mudanya, itu nomor tiga di Pendawolimo itu kan, di Panegak istilahnya."

Diceritakan, lanjut Triyono, Dia (Bimo) diperintahkan oleh gurunya, Begawan Druno. "Untuk yang pertama, awalnya itu disuruh mencari Kayugung Suswing Angin.

Nah, letaknya di mana? Itu di puncak gunung Reksomuko.
Tapi sebetulnya dalam hatinya itu Begawan Druno itu berharap sebetulnya mudah-mudahan Broto Seno itu nanti dimangsa oleh binatang buas yang ada di gunung itu juga.

Jin, setan, periparayangan dan sebagainya mati supaya apa?
Dia tidak akan hidup, menyaksikan nanti. Kan, ada perang Baratayuda antara Pendawa dan Kurowo.

Dia masih hidup meski kurowo bakal kalah bahasanya seperti itu maka di paiko (upadaya) supaya mati duluan tapi karena sifatnya tadi dia itu jujur, berhasil angkoro murko tujuannya itu, saudara-saudaranya mengingatkan mulai dari Kresno bahkan Punta Dewo Janoko kembar mengingatkan. Tetapi tetap dia itu begitu perintahnya dari seorang gurunya."

Kenapa dipilih pagelaran wayang kulit, Triyono menegaskan adanya nilai edukatif dari pentas wayang. "Oh ya, ini kan sebetulnya wayang kulit khususnya itu kan merupakan sebuah seni ya, tradisi tapi sebetulnya juga sebuah kearifan lokal, bukan hanya sekedar tontonan tapi juga memuat sebuah tuntunan."

(Dimas Hajiono)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketua TP PKK Kabupaten Klaten Kunker Di Desa Kupang dan Desa Demangan

Ketua TP PKK Kabupaten Klaten Kunker Di Desa Bawak, Desa Palar, Desa Mlese dan Desa Sabranglor

Ketua TP PKK Kabupaten Klaten Kunker Di Desa Gledeg dan Desa Jeblog Karanganom