Lokalatih Anggaran: Telaah Kritis APBD Klaten Tahun 2025
#Tujuannya mengajak teman-teman di Klaten dan masyarakat luas lebih kritis dalam pembangunan di Klaten juga mengawal APBD untuk masyarakat miskin dengan cara mengawasi pelaksanaan anggaran di daerah. || mandalatirtanews.weeblysite ||
Kegiatan ini digelar sebagai wujud keprihatinan atas sejumlah proyek pembangunan di Klaten yang dinilai belum terselesaikan dan kurang berpihak kepada masyarakat miskin. Sebanyak 25 orang peserta dari unsur organisasi masyarakat dan akademika berkumpul di Sanggar Kebangsaan Desa Sumber, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten dalam acara Lokalatih Anggaran "Telaah Kritis APBD Klaten Tahun 2025". (12/10/2025)
Acara tersebut diinisiasi oleh pengurus cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Klaten, bermotokan "ILMU DAN BAKTI KUBERIKAN" dengan ketua M. Nuryadin Edy P. S.Sos dan sekretaris Eko Priyono. Beralamat kantor sekretariat: Nusantara Digital Printing, Dk.Tempel, Drono, Ngawen, Klaten, Jawa Tengah.
Kepada awak media, Ketua IKA PMII Klaten, Nuryadin mengatakan forum ini menjadi ruang belajar sekaligus media kritik bagi komunitas lokal terhadap pelaksanaan pembangunan daerah.
Forum yang dilaksanakan di Sanggar Kebangsaan Desa Sumber ini menjadi salah satu bentuk inisiatif dari masyarakat sipil untuk tidak pasif terhadap kebijakan anggaran dan pembangunan daerah.
Bentuk dari keprihatinan terhadap pelaksanaan pembangunan di Klaten yang tidak terselesaikan. Kedua, ini menjadi ruang belajar teman-teman komunitas yang mengkritisi program pemerintah.
"Kita mengajak teman-teman di Klaten ini untuk harapan masyarakat lebih kritis dalam pembangunan di Klaten ini. Kita ingin mengawal APBD untuk masyarakat miskin, kita mengawasi pelaksanaan anggaran di daerah.”
Pun demikian, arah tujuannya yaitu pernyataan tersebut mencerminkan niat para penyelenggara agar forum ini tidak sekadar ajang protes, tetapi juga membekali peserta dengan pengetahuan agar dapat melakukan pengawasan publik terhadap penggunaan dana daerah.
Terpisah, pengurus aktif di Yayasan Jalan Lentera Indonesia (Surakarta), Tri Wahyuni Suci Handayani mengatakan acara ini baru pertama kali di adakan dan dirinya menjadi narasumbernya serta menyampaikan bahwa pemahaman terhadap anggaran publik adalah hal mendasar bagi warga.
Tri menekankan bahwa ketika warga memahami mekanisme penyusunan dan penyaluran anggaran publik, maka kontrol sosial terhadap pemerintah daerah akan semakin kuat.
"Salah satu harapan yang disampaikan oleh penyelenggara adalah agar warga Klaten menjadi lebih kritis, tidak hanya pada saat pemilihan umum, tetapi juga dalam mengawasi jalannya pemerintahan sehari-hari."
(Dimas Hajiono)
Komentar
Posting Komentar