Bertema Pemberdayaan Perempuan Pada Reses Hj. Kadarwati Di Desa Jati Mulyo Pedan
#Dengan tema itu, bumi dirawat, sampah dikelola kemudian mandiri untuk bercocok tanam dalam hal salah satu peningkatan gizi keluarga. || mandalatirtanews.weeblysite ||
Baru-baru ini, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, Hj. Kadarwati dari Fraksi PDI Perjuangan menggelar acara serap aspirasi (reses) pada konstituennya bertema pemberdayaan perempuan di Desa Jati Mulyo, Kecamatan Pedan, Klaten, Jawa Tengah. (14/10/2025)
Kepada awak media, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Hj. Kadarwati mengatakan agar harapan hidup bisa tercapai salah satunya harus merawat bumi dengan baik dan tidak merusaknya. "Agar tidak hancur itu kan kita harus merawatnya sebagaimana yang diperintahkan ibu Megawati, yaitu salah satunya mengelola sampah, mengelola kebun kita bisa menjadi berdaya tinggi. Jadi untuk meningkatkan gizi itu tidak perlu jauh-jauh bisa bercocok tanam dengan polybag serta menjaga kesehatan. Tidak boleh ada hal semisal kotor-kotoran, kan merawat bumi itu menanam dan mengurangi sampah."
Dirinya, mengajak anak muda mau bertanggung jawab terhadap lingkungannya. "Marilah kita ingat bahwa sampah adalah tanggung jawab masing-masing keluarga dan masing-masing orang. Tanggungjawab itu mari kita selesaikan sampah dimulai dari rumah tangga masing-masing. Jika, pengelolaan sampah tidak bisa dilakukan sendiri bisa nanti kerjasama untuk pengelolaan sampahnya."
Senada dengan pendapat Hj. Kadarwati, Kepala Desa Jati Mulyo, Dwi Subagyo menyatakan Desanya sudah mengelola sampah sejak tujuh tahun lalu dengan cara ada petugas tetap dalam pengelolaan sampah dan berharap pemkab Klaten dapat merealisasikan TPS3R di Desa Jati Mulyo.
TPS3R adalah Tempat Pengolahan Sampah 3R yang merupakan fasilitas lokal untuk mengelola sampah dengan prinsip Reduce (Mengurangi), Reuse (Menggunakan Kembali), dan Recycle (Mendaur Ulang).
Tujuannya adalah mengurangi volume sampah yang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), mengolah sampah di tingkat komunitas, dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
"Maksudnya, nanti kalau sudah ada TPS3R maka dapat memilah sampah organik, anorganik dan lainnya. Yang bisa diolah, kita jadikan pemasukan. Yang tidak bisa diolah kita buang di TPA Troketon."
(Dimas Hajiono)
Komentar
Posting Komentar