Wakil Bupati Klaten, Benny: Mahasiswa Tidak Perlu Menunggu Hingga Lulus Untuk Berbuat Sesuatu
#Mulai dari sekarang, ilmu dan pemahaman yang diperoleh bisa diterapkan langsung untuk membantu masyarakat. Klaten ini banyak mahasiswa yang tidak ngekost, tapi pulang pergi, sehingga perannya di lingkungan tempat tinggal menjadi penting || mandalatirtanews.weeblysite ||
Pada hari Senin (15/09) Civitas Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten sudah melaksanakan pembukaan kuliah umum dan pembukaan PKKMB menghadirkan Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo. Selanjutnya, hari Selasa (16/09/2025) ini Unwidha mengundang wakil Bupati Klaten yakni Benny Indra Ardhianto dalam rangka kegiatan PKKMB bertema "Mewujudkan Kampus Unggul, Inovatif dan Adaptif di Era Perubahan Global yang diikuti oleh ratusan mahasiswa baru Unwidha.
Kepada awak media, Wakil Bupati Klaten, Benny Indra Ardianto mengatakan tema dalam diskusi adalah global dan lokal. "Mahasiswa harus berpikir global, tapi jangan lupa untuk menerapkannya di lingkungan sekitar. Harapannya, dari sekarang mahasiswa bisa berkontribusi minimal di tingkat RT/RW atau desa."
Dalam sesi diskusi tersebut, Benny mengapresiasi semangat kritis para mahasiswa yang aktif bertanya dan berdialog. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara wawasan global dan kontribusi nyata di tingkat lokal.
Sementara, Wakil Rektor I Unwidha Klaten, Purwo Haryono, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran wakil bupati klaten pada kesempatan hari ini. Ia juga mengungkapkan kabar gembira terkait rencana pembukaan program studi baru.“Ke depan, akan ada satu program studi farmasi (Diploma) yang saat ini sudah mendapatkan persetujuan dan tinggal menunggu keputusan resmi dari Kementerian Diktisaintek."
Ia menambahkan, saat ini Unwidha menerima mahasiswa baru sejumlah 4.987 orang yang tersebar di 20 program studi. Namun tidak semua mahasiswa baru mengikuti kuliah umum secara langsung, mengingat sebagian mahasiswa berasal dari program pendidikan profesi yang telah menjalani orientasi pada bulan Juli–Agustus, serta mahasiswa program magister (S2) yang memiliki jadwal tersendiri.“Beberapa mahasiswa S2 juga berasal dari hasil kerja sama dengan Kabupaten Lombok Timur, NTB. Harapannya, kerja sama ini dapat membawa manfaat nyata tidak hanya untuk dunia pendidikan, tetapi juga mendukung pembangunan daerah secara menyeluruh."
(Dimas Hajiono)
Komentar
Posting Komentar