Pagelaran Wayang Kulit Bersih Dusun Desa Kaligayam Wedi
#Harapan Kepala Desa Joko Sutrisno: Masyarakat Kaligayam selalu diberi keselamatan, dilindungi Allah SWT, dan dipermudah dalam mencari rezeki yang berkah. || mandalatirtanews.weeblysite ||
Acara rasulan/bersih dusun Desa Kaligayam merupakan acara tahunan dengan menggelar malam puncaknya pentas Wayang Kulit dengan cerita "Wahyu Garuda Kencana" dibawakan Dhalang Ki Jalu Tomo Pandoyo di kediaman Kepala Desa Kaligayam, dk. Mindi, Kaligayam, Kecamatan Wedi, Klaten, Jawa Tengah (25/09/2025) malam
Rangkaian acara bersih dusun dimulai sejak siang hari dengan karnaval budaya yang diikuti seluruh warga. Mereka menampilkan reog, arak-arakan gunungan hasil bumi, serta mengenakan pakaian adat Jawa. Malam harinya, acara dilanjutkan dengan doa bersama, kenduren, dan ditutup dengan pagelaran wayang kulit.
Kepada awak media, Kepala Desa Kaligayam, Joko Sutrisno menyampaikan harapan tradisi ini bukan hanya sarana syukur atas hasil panen, tetapi juga menjadi cara melestarikan budaya agar tetap dikenal oleh generasi muda. “Harapan saya, masyarakat Kaligayam selalu diberi keselamatan, dilindungi Allah SWT, dan dipermudah dalam mencari rezeki yang berkah."
Selanjutnya, Desa Kaligayam sendiri memiliki 9 RW, 18 RT, dengan jumlah sekitar 1.250 kepala keluarga, mayoritas berprofesi sebagai petani. Tradisi bersih desa ini pun menjadi momen penting yang memperkuat rasa kebersamaan warga sekaligus memperkenalkan kearifan lokal kepada anak cucu. "Sejak saya kecil, tradisi ini sudah ada. Dulu masyarakat di Kaligayam yang memiliki panen padi akan berbagi hasilnya dengan warga dari wilayah sekitar, termasuk yang dari pegunungan yang tidak menanam padi. Inilah wujud syukur dan gotong royong."
Meski malam itu sempat diguyur air hujan yang cukup deras, namun pagelaran wayang tetap berlangsung dan para pengrawit serta sinden bergegas pindah tempat karena tampias dan angin cukup membuat badan basah kuyup.
(Dimas Hajiono)
Komentar
Posting Komentar