Bersih Desa Dukuh Tampilkan Wayang Kulit "Sri Mulih"
#Pagelaran wayang kulit dalam Bersih Desa Dukuh ini diharapkan menjadi simbol kebangkitan budaya sekaligus penguat persatuan masyarakat. “Mari kita jaga bersama budaya warisan leluhur, sekaligus terus bergerak ke depan untuk membangun Kabupaten Klaten yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan || mandalatirtanews.weeblysite ||
Pemerintah Desa (pemdes) Dukuh menggelar acara pentas budaya wayang kulit dalam rangka peringatan HUT ke-80 di lapangan Desa Dukuh, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. (26/08/2025) malam
Pada acara itu, hadir Wakil Bupati Klaten mewakili Bupati Klaten yakni Benny Indra Ardianto dalam pidatonya memberikan apresiasi atas gelar pentas budaya wayang kulit. "Wayang kulit tidak hanya hiburan semata, namun sebagai sarana nguri iri budaya, pengingat jati diri bangsa dan pendidikan moral."
Dengan kegiatan bersih Desa, Dia menegaskan adanya makna spiritual untuk ungkapan syukur kepada Tuhan YME dan penghormatan kepada leluhur. "Pagelaran wayang kulit diharapkan sebagai penguat persatuan masyarakat dan sekaligus menjadi simbol kebangkitan budaya. Mari kita jaga bersama budaya warisan leluhur, sekaligus terus bergerak ke depan untuk membangun Kabupaten Klaten yang lebih maju, sejahtera dan berkelanjutan."
Kepada awak media, Kepala Desa Dukuh, Rudiyanto berharap dengan lakon Sri Mulih yang dibawakan Ki Dhalang Surono Purbo Carito dengan bintang tamu Mimin-Apri menjadi doa. "Agar pertanian dan ketahanan pangan di Desa Dukuh kembali makmur."
Rangkaian acara itu, masih ada gelaran musik jadul dari Klaten pada Rabu malam (27/08/2025)
(Dimas Hajiono)
Komentar
Posting Komentar